Tahukah kamu?
Ternyata High Heels Adalah Aksesori Pria Zaman Dulu

Indah, provokatif, dan
seksi -- sepatu berhak tinggi (high heels) menjadi simbol tampilan
feminin sekaligus glamor kaum hawa.
High heels terus digunakan hingga saat ini, pemakainya bahkan rela
"menyiksa" kaki demi tampil menjulang indah, terkadang dengan
ketinggian hak yang tak masuk akal.
Padahal tak mudah memakainya. Tantangannya berat. Tak nyaman dipakai di
tanjakan juga untuk mengemudi. Pemakainya disarankan menjauhi rerumputan, es,
jalanan, juga di lantai kayu nan mewah. Salah-salah bisa terperosok.
Tapi, tahukah Anda, sepasang sepatu hak tinggi pernah menjadi aksesori penting
bagi pria di masa lalu.
Dan tak seperti sepatu hak tinggi saat ini yang seolah tak dirancang untuk
dipakai berjalan, dulu, sepatu hak tinggi punya kegunaan praktis.
"Sepatu berhak dipakai selama berabad-abad di Timur Dekat (daerah sekitar
timur Mediterania) sebagai alas kaki saat berkuda," kata Elizabeth
Semmelhack, dari Museum Sepatu Bata, Toronto, Kanada, seperti dimuat BBC,
Sabtu (26/1/2013).
Menunggang kuda dengan baik amat penting dalam pertarungan di Persia - nama
Iran di masa lalu. "Saat tentara berdiri di sanggurdi atau pijakan
menunggang kuda, alas kaki itu membantunya mengamankan posisi, sehingga ia bisa
memanah dengan lebih efektif."
Diambil Alih Perempuan
Meski orang Eopa menambahkan sepatu berhak agar penampilan mereka lebih macho,
belakangan justru perempuan yang tergila-gila memakainya.
Saat itu di tahun 1630 -an, perempuan mengadopsi gaya pakaian laki-laki,
memotong rambut mereka, dan menambahkan hiasan pangkat pada pakaian.
Sejak saat itu, hingga akhir abad ke-17, sepatu berhak menjadi mode sepatu
uniseks. ""Anda mulai melihat perubahan di bagian haknya" kata
Helen Persson, seorang kurator di Museum Victoria and Albert di London.
"Hak sepatu pria lebih kuat, rendah. Sementara tumit sepatu perempuan
menjadi lebih ramping."
Busana pria pun bergeser ke arah yang lebih praktis. Pakaian pria tidak lagi
menjadi penanda kelas sosial, yang rumit. Tapi sementara batas-batas itu kabur,
perbedaan antara kedua jenis kelamin menjadi lebih jelas.
Sepatu hak tinggi untuk pria mulai dipandang konyol. Pada tahun 1740 sudah tak
ada pria yang memakainya. Begitu pula dengan para perempuan , 50 tahun
kemudian, pasca Revolusi Prancis.
No comments:
Post a Comment